10 Resep Obat Tradisional Indonesia Dengan Khasiat Nyata Bagi Kesehatan

Jauh sebelum pengobatan Barat modern diperkenalkan, orang Indonesia berhasil memerangi banyak penyakit dengan resep obat tradisional. Bahkan sekarang, banyak rumah tangga masih lebih memilih resep kuno ini daripada obat-obatan modern, sementara perusahaan memasukkan kearifan lama ini ke dalam produk masa kini. Dari obat demam hingga ramuan penurun berat badan, temukan resep obat tradisional Indonesia yang luar biasa.]


Herbal Kunyit Asam

Sering ditemukan dalam resep masakan Asia, kunyit juga disukai karena sifat anti-inflamasi dan antioksidannya. Dikombinasikan dengan asam, kunyit asam herbal adalah obat yang terbukti untuk nyeri haid, peradangan, tekanan darah tinggi, dan banyak lagi. Banyak juga yang mengandalkan herbal ini untuk menurunkan berat badan. Untuk membuat minuman ini, seduh parutan atau bubuk kunyit dan asam jawa dalam takaran yang sama, tambahkan gula aren dan sedikit garam secukupnya.


Temulawak

Temulawak, atau jahe Jawa, adalah tanaman rempah asli Indonesia dan selama berabad-abad telah diamati memberikan beberapa manfaat kesehatan. Minuman temulawak telah digunakan untuk meredakan mual, pusing, dan gejala pilek. Tapi mungkin yang paling umum digunakan untuk ramuan ini adalah untuk meningkatkan nafsu makan, terutama untuk anak-anak. Untuk membuat ramuan temulawak, haluskan temulawak dan seduh dengan asam jawa dan gula aren, masak terus sampai airnya tinggal setengah.


Beras-Kencur Herbal

Jamu ini tetap menjadi salah satu favorit Indonesia tidak hanya karena manfaat kesehatannya, tetapi juga karena rasanya yang segar dan lezat. Kencur, juga dikenal sebagai jahe aromatik atau jahe pasir, kaya akan seng dan mineral lainnya, menjadikannya bahan umum untuk berbagai masakan tradisional dan resep obat di seluruh Asia. Dikombinasikan dengan nasi dan rempah-rempah lainnya, minuman herbal membantu dengan kolesterol, peradangan, dan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Untuk membuat beras dan kecur herbal, pertama-tama Anda harus menyiapkan butiran beras dengan merendamnya selama tiga jam. Seduh kencur dengan sedikit kunyit, asam jawa, jahe, dan gula aren. Setelah air mendidih, ambil semua bahan dan tumbuk jadi satu, lalu seduh sekali lagi.


Jamu Cabai Jawa

Jamu ini menggunakan Piper retrofractum yang juga dikenal dengan nama cabai puyang, cabai jawa, cabai jawa, atau cabai rawit bali. Sering digunakan sebagai bumbu dan bumbu masakan tradisional, ramuan ini juga ampuh untuk mengobati pegal-pegal atau pegal-pegal pada tubuh. Kelimpahan zat besi dan nutrisi lainnya juga membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah dan mencegah anemia. Untuk membuat minuman herbal ini, Anda bisa menumbuk atau memotong cabai, atau mengeringkannya terlebih dahulu, lalu direbus dengan air. Tambahkan madu atau gula aren secukupnya sesuai selera.


Pahitan

Pahitan berasal dari kata 'pahit' yang artinya pahit. Pada dasarnya bermacam-macam pahit, jamu ini terdiri dari berbagai daun, terutama sambiloto, tetapi juga brotowali, meniran, lempuyang, dan lain-lain dalam ukuran yang lebih kecil. Obat tradisional ini diduga terkenal karena rasanya yang tidak enak, tetapi khasiatnya telah teruji oleh waktu dalam membantu mengatasi gula darah tinggi, kolesterol, dan sistem pencernaan. Ini juga membantu dengan ketidaknyamanan yang lebih kecil seperti luka terbuka, demam, kekakuan, dan sakit kepala.


Kumis Kucing

Orthosiphon aristatus, atau kumis kucing atau teh Jawa, merupakan tanaman obat tropis yang sering digunakan dalam resep obat, baik tradisional maupun modern. Popularitasnya sebagian karena ketersediaan yang sangat besar dan perawatan yang rendah, sehingga siapa pun dapat menanamnya di halaman belakang mereka sendiri, tetapi juga untuk nutrisi yang kaya. Ada resep berbeda untuk gejala berbeda yang bisa diobati oleh tanaman ini. Namun sebagian besar, menyeduh tanaman ini cukup untuk dijadikan obat tradisional yang membantu penyakit diabetes, darah tinggi, demam, bahkan PMS. Minuman kumis kucing juga aman dikonsumsi setiap hari sampai gejalanya reda.


Uyup-uyup

Minuman herbal ini sangat populer di kalangan ibu menyusui, karena kandungan nutrisi di dalamnya terbukti membantu meningkatkan produksi dan kualitas ASI, antara lain manfaat menghilangkan bau badan dan mengatasi masalah pencernaan. Uyup-uyup, atau gepyokan, menggunakan kencur, jahe, kencur, temulawak, puyang, dan kunir; dicincang lalu dihaluskan, lalu diseduh bersama. Anda juga bisa menambahkan gula untuk membantu rasanya.


Sarabba

Di Sulawesi Selatan, tempat asal minuman ini, penduduk setempat menikmati minuman ini setiap hari, dan juga pada acara-acara khusus. Resep ini mencakup sejumlah rempah-rempah, membuat sarabba ideal untuk membantu menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin. Lebih dari rasa yang enak dan sifat menghangatkan, sarabba juga diketahui telah membantu flu dan meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh. Untuk membuat segelas sarabba yang pedas dan lezat, rebus air dengan irisan jahe, serai, dan kayu manis. Kemudian tambahkan gula aren dan merica, lalu santan. Lanjutkan merebus selama 10 menit lagi. Di menit terakhir, tambahkan kuning telur di atasnya. Sajikan secara langsung.


Kudu-Laos Herbal

Dua bahan utama minuman herbal ini adalah laos (lengkuas) dan mengkudu (buah mengkudu atau buah keju). Selain efek menghangatkan tubuh, minuman herbal tradisional ini juga membantu meredakan berbagai ketidaknyamanan perut termasuk kram menstruasi. Kudu-Laos baik untuk anak-anak dan orang dewasa. Jika dikonsumsi secara teratur, juga dapat membantu mengatasi hipertensi dan meningkatkan nafsu makan. Untuk membuat resep ini, cincang laos dan mengkudu lalu seduh bersama. Anda juga bisa menambahkan bahan lain seperti asam jawa, bawang putih, cabai puyang, garam, dan merica sesuai selera.


Jamu Galian Singset

Minuman herbal ini memiliki salah satu kata yang paling didambakan dalam namanya: 'singset' berarti langsing atau ramping. Dan efek itulah yang membuat resep tradisional ini begitu populer, terutama di kalangan wanita. Tapi lebih dari itu, banyak orang bersumpah dengan manfaat lain seperti kulit yang lebih baik, aroma tubuh yang harum, dan organ kewanitaan yang lebih kencang. Resep ini menggunakan temulawak, jahe, kunyit, serai, dan kayu manis, dicampur asam jawa, ketumbar, dan merica, semuanya dihaluskan dan direbus.